Cara Ideal Memelihara Dan Mengembangbiakkan Kucing Lokal

Ada alasan kuat mengapa kucing ras mendapat perlakuan yang lebih khusus dibanding kucing lokal. Dan apalagi alasannya jika bukan menyangkut penampilan serta harga nominal. Adapun soal kemampuan menyenangkan hati majikan, baik kucing ras maupun kucing lokal memiliki kans yang sama. Dan sekarang perkenankan saya beropini tentang kucing lokal.


Kucing lokal memiliki habitat yang tersebar luas dengan populasi yang banyak. Tentu sulit untuk memprediksi jumlah pastinya. Hanya saja satwa populer yang satu ini bisa ditemukan hampir di setiap tempat. Mulai dari hotel berbintang hingga kolong jembatan.

Jumlah yang banyak disertai penampilan yang biasa-biasa saja telah menjadikan kucing lokal bukan sesuatu yang eksklusif. Anda tidak perlu pergi ke Petshop untuk mendapatkan beberapa ekor anak kucing lokal. Bahkan tanpa diarahkanpun akan banyak kucing lokal yang menyambangi anda, dan mereka siap melahirkan anak-anak kucing di rumah anda, selama anda bersikap menerima.

Jika dari perlakuan umum nampak berbeda apakah nilai kasih sayang yang diberikan juga berbeda? Saya pikir ini relatif. Yang saya rasakan sih tidak ada sedikitpun perbedaan. Jikapun ada kesan kucing ras lebih dilindungi, maka itu tidak lebih karena mereka memiliki nilai nominal dari sisi ekonomi.

Bagaimana Idealnya Kucing Lokal Diperlakukan?


Ini mungkin menyangkut rasa kebinatangan, yang intinya bahwa binatang tidak bisa diperlakukan sama dengan manusia, betapapun kita merasa sayang pada mereka. Hehehe.

Pada sifatnya yang asli, apapun jenisnya, binatang adalah makhluk bebas, atau lebih tepatnya makhluk liar. Pengertian liar di sini adalah :


  1. Mereka berbeda habitat dengan manusia,
  2. Mereka hidup di alam terbuka,
  3. Mereka memiliki sarang untuk berlindung,
  4. Mereka makan dengan cara berburu atau dari sekeliling yang alami,
  5. Mereka melakukan regenerasi.


Lalu bagaimana jika status mereka berubah, dari hewan liar menjadi hewan peliharaan? Tentang hal ini ada beberapa kemungkinan.

Kemungkinan pertama adalah mereka sama-sekali kehilangan kebebasannya seperti burung dalam sangkar atau ikan di aquarium. Dan hal seperti ini tentu bukan tanpa sebab. Bagaimana mungkin sang pemilik akan rela melepaskan burung dari sangkarnya, yang dia akan terbang bebas tidak pernah kembali. Atau bagaimana mungkin sang pemilki akan mau melepaskan semua ikannya yang di aquarium ke sungai? Hal seperti ini juga umumnya berlaku bagi kucing ras. Sang kucing akan sepenuhnya kehilangan kebebasan. Dan sebagai kompensasinya mereka mendapat kasih-sayang.

Kemungkinan kedua adalah kondisi bebas terbatas. Hal seperti ini bisa ditemui pada para pemelihara ayam kampung atau itik kampung. Juga pada hewan ternak yang biasa digembalakan. Mereka bebas pada waktu-waktu tertentu, itupun masih dijaga seperti umum cara manusia menggembala, dan setelah itu hewan-hewan tersebut dikurung. Hal seperti inipun wajar dilakukan karena hewan ternak memiliki nilai komoditas.

Kemungkinan ketiga adalah seperti yang berlaku pada sebagian para pemelihara kucing lokal. Kucing-kucing tersebut dikondisikan dekat dan jinak pada manusia tetapi diberi kebebasan. Mereka bebas mencari makanan di tempat sampah, mereka bebas datang ke rumah, mereka mendapat jatah makanan yang disediakan khusus, mereka tidak dianiaya, mereka bebas pergi ke luar rumah kapanpun, mereka bebas berkembang biak, dan sebagainya. Dan nampaknya inilah cara ideal memelihara kucing lokal. Insting liarnya dibiarkan tetap ada walaupun secara habitat sudah dekat dengan manusia.

Sudah sejak lama ada tradisi sterilisasi kucing untuk jenis apapun. Tujuan utamanya adalah untuk kesehatan dan kebugaran sang kucing. Hal ini sebenarnya baik dilakukan bila si kucing sudah pernah melahirkan dan anak-anaknya tersebut tumbuh berkembang. Setidak-tidaknya bila seekor kucing telah memiliki lima ekor anak yang mampu tumbuh hingga dewasa maka dia bisa disterilisasi. Bila belum pernah melahirkan tapi langsung disterilisasi, maka habitat kucing akan menurun drastis.

Saat pertamakali melahirkan biasanya dua ekor. Jarang kita menemukan seekor kucing yang melahirkan hingga lima ekor pada persalinannya yang pertama. Dengan demikian untuk memperoleh lima anak yang mulus berkembang hingga dewasa bisa jadi diperlukan beberapa kali kelahiran. Hal inipun berkaitan pula dengan fakta bahwa resiko kematian terhadap bayi-bayi kucing cukup tinggi. Tidak jarang kita menemukan bahwa pada kelahirannya yang pertama, anak-anak atau bayi-bayi kucing itu semuanya mati. Dan pada kelahiran berikutnya juga tidak ada jaminan bahwa semua bayi kucing itu akan hidup.





IKLAN INI BUKAN BAGIAN DARI ARTIKEL

No comments:

Terima kasih bila anda berkenan berkomentar secara relevan.
Dan tunggu kunjungan balik saya ke situs anda.