Perbedaan Berbahasa Antara Berita Politik dengan Berita Teknologi

Banyak berita politik yang diawali oleh kalimat, 

"Menurut sumber yang bisa dipercaya, mengapa Rieke Dyah Pitaloka... bla... bla... bla... ", 

sedangkan berita teknologi mengawali dengan, 

"Menurut Larry Page, sang pendiri Google, bla... bla... bla..."

Dengan demikian jelaslah mana yang berpotensi hanya akal-akalan dan mana yang berpotensi transparant.


Mengapa saya katakan sebagai berpotensi ? Itu karena kedua-duanya memerlukan verifikasi jika ingin benar-benar akurat. Tentu jauh lebih mudah mem-verifikasi berita teknologi sebagaimana dicontohkan di atas karena ada transparansi sebut nama.

Lalu mengapa banyak berita politik yang memilih bahasa demikian? Alasannya adalah untuk menutupi alibi. Alibi seperti apa yang dimaksud? Begini :

Sebuah berita seringkali dipertanyakan tentang sumbernya karena bila tidak mencantumkan sumber maka bisa dianggap spam atau hoax. Menyikapi itu ada sebagian pemburu berita yang sebenarnya memang tidak memiliki sumber valid. Maka untuk menutupi hal itu ia membuka dengan kalimat menurut sumber yang bisa dipercaya. Atau kalimat sejenis itu.

Tapi ada yang jauh lebih aneh lho. Yang aneh tersebut adalah berita teknologi tapi menggunakan gaya bahasa politik. Contohnya begini, "Menurut para peneliti, hujan meteor akan jatuh di sekitar Arizona... bla... bla... bla..."

Hehehe, kalau memang mau ilmiah, sebutkan dong siapa nama penelitinya. Atau jangan-jangan inipun sekedar untuk menutupi alibi tapi ingin dinilai eksis. Alibi tapi ingin dinilai akurat dalam menyajikan berita dan atau opini.

Dan tahukah anda apa yang jauh lebih aneh dibanding itu? Ada, yaitu orang-orang yang sangat percaya pada berita-berita semacam itu.

Para pembaca yang budiman, apa yang saya tulis di atas tidaklah bersifat hitam-putih. Itu hanya sebagian kasus saja di antara sekian banyak gaya berbahasa. Dan tidak sedikit pula berita politikpun yang disampaikan secara transparan.

Ada hal-hal tertentu yang mengharuskan kita tidak transparan untuk sementara waktu dalam hal penyebutan nama. Dan ini tentu jelas klausul serta sebab-musababnya. Tetapi jika tidak transparant menyebutkan nama, semata-mata untuk menutupi alibi, maka tentu saja hal ini tidak dapat dibenarkan.

IKLAN INI BUKAN BAGIAN DARI ARTIKEL

No comments: