Virus Komputer Dibalik Tudingan Konspirasi Bisnis


Isu tentang virus komputer mulai lahir sejak personal computer dibuat sebagai pembaharu dari mainframe. Demikianlah, karena hingga detik ini kita belum pernah mendengar bahwa mainframe suka terserang virus, bukan? Di sinilah sebenarnya pula berawal tudingan bahwa lahirnya virus komputer adalah sebuah konspirasi bisnis.

Tudingan tersebut sebenarnya cukup beralasan, terutama pada saat-saat awal kelahiran pc, dimana pengetahuan tentang rancang-bangun operating system masih dikuasi lingkup kecil. Dan tudingan tersebut tidak bisa terhapus begitu saja meskipun lahir kemungkinan baru yaitu vandalisme penggunaan.

Kita tentu sering atau setidak-tidaknya pernah melihat tembok yang dicoreng-moreng oleh cat semprot. Atau coreng-moreng pada tiang listrik dan pepohonan. Semua itu hasil vandalisasi, yaitu sebuah perilaku iseng yang bertujuan memuaskan dahaga jiwa yang aneh. Ya, para pengidap vandalisme tentu bisa diklaim sebagai pemilik keanehan jiwa.

Bila benda-benda di atas saja bisa diisengi mengapa tidak dengan operating system, terutama Windows yang paling banyak pemakai. Bahkan cukup hanya dengan mengandalkan sedikit pengetahuan bat script maka virus komputer bisa dibuat.

Kepopuleran Windows menjadi daya tarik tersendiri bagi sejumlah pengguna untuk mempelajarinya hingga ke detail terkecilnya. Kondisi seperti ini tentu memiliki dua sisi yaitu keuntungan serta kerugian. Dan di antara kerugian yang timbul adalah bertubi-tubinya operating system tersebut diserang oleh para vandalis.

Bila dulu jumlah virus relatif sedikit, karena hanya dirakit oleh para konspirator, maka sekarang jumlahnya sudah sangat banyak dengan berbagai varian.

Hukum alam pada beberapa sisinya sangat mendukung hukum rimba. Secara "biologis" hukum rimba sendiri adalah salah-satu keturunan dari hukum alam. Ia akan banyak meminta korban dari pihak yang terlemah. Dan pihak tersebut adalah user umum atau user kebanyakan. Virus komputer dibalik tudingan konspirasi bisnis akan selalu menyeruak kepermukaan isunya. Dan masih ditambah lagi oleh vandalisasi kaum berjiwa aneh.

IKLAN INI BUKAN BAGIAN DARI ARTIKEL

No comments: