Netral Itu Tidak Selamanya Harus Di Tengah



Ingin rasanya selalu bersikap netral melebihi Balarama, kakanda dari Krishna. Tetapi pusaran-pusaran sebab-akibat akan tetap membawa manusia pada arus keberpihakan. Sekecil apapun itu.
Disaat Hanuman dan Bima hampir dibunuh oleh Balarama, atas nama etika dan keadilan, sang Balarama tidak di posisi tengah. Dan itu bukan sebuah kesalahan.
Persis seperti seorang wasit tinju, senetral apapun ia, pada akhirnya tetap harus mengangkat tangan salah seorang petinju. Terkecuali bila pertandingan berakhir seri.
Sang wasit dan Balarama tetaplah netral, meskipun tidak selamanya mengambil posisi di tengah.

IKLAN INI BUKAN BAGIAN DARI ARTIKEL

No comments:

Terima kasih bila anda berkenan berkomentar secara relevan.
Dan tunggu kunjungan balik saya ke situs anda.