Pengelolaan Website Untuk Media Online


Sejak internet populer di Indonesia, maka menjamurlah berbagai media online di negeri ini. Secara umum mereka bisa dikelompokkan menjadi :

Kelompok pertama adalah media Online yang hadir sebagai pelengkap media cetak yang telah ada sebelumnya. Pada kelompok ini contohnya adalah Republika Online yang merupakan pelengkap dari Harian Republika. Harian Kompas yang dilengkapi oleh kompas.com.  harian Pikiran Rakyat tentu tidak mau kalah, mereka memiliki pikiran-rakyat.com. Dan banyak contoh lainnya.

Kelompok kedua adalah yang murni online, mereka benar-benar hadir pasca internet populer. Jadi tidak mengawali dari kiprah di media cetak.  Yang seperti ini jumlahnya jauh lebih banyak lagi. Bisa diibaratkan bagai jamur di musim hujan. Tidak sedikit malah yang akhirnya layu sebelum berkembang.

Siapapun pengelolanya tentu memiliki keinginan agar media online yang dikelolanya maju dan tetap eksis. Tentu saja ini bukanlah hal yang mudah. Termasuk dalam hal yang spesifik, yaitu tatakelola website-nya.

Karena media online menggunakan website atau blog sebagai salah-satu sokogurunya, maka mau tidak mau harus mengikuti tata aturan search engine, dalam hal ini adalah Google sebagai yang terdepan.

Baiklah, kita akan fokus pada pembahasan tentang tatakelola website untuk media online.

Secara prinsip sebenarnya tidak ada perbedaan antara tatakelola website untuk media online dengan website untuk kebutuhan lain, karena yang berbeda adalah dari sisi kontennya saja. Untuk itu secara lebih jelasnya anda bisa membaca tulisan yang berjudul Prinsip-Prinsip Tata Kelola Website. Nanti saja ya membacanya, setelah anda selesai membaca artikel yang sekarang ini. Hehehe.

Catatan : Karena Blogger telah dikembangkan sedemikian rupa baiknya, maka banyak pengelola website yang kini tidak lagi menggunakan self hosting. Mereka cukup mengontrak domain saja, dan si self hosting tadi diganti oleh Blogger. Tentu saja ini sangat menguntungkan karena Blogger bersifat gratis tetapi memiliki performa yang mumpuni. Bahkan bisa jauh lebih mumpuni bila dibandingkan dengan self hosting kelas standar.

Selain tatakelola standar, ada pula hal-hal prinsip lainnya yang penting diperhatikan. Di antaranya tentang isu copy-paste. Hal ini telah diuraian secara cukup panjang lebar pada artikel yang berjudul Tentang Copy Paste Dalam hal Peraturan Dan Isu Terkait lainnya. 

Sebuah institusi atau lembaga pengelola media online bisa saja memiliki beberapa buah situs atau website. maka terkait dengan isu copy-paste dapatlah dijelaskan hal-hal sebagai berikut :

Bukan hal yang baik apabila di antara situs-situs tersebut terdapat duplikasi konten, baik duplikasi konten antar website ataupun di dalam website itu sendiri. Dan duplikasi konten bisa terjadi apabila kegiatan copy-paste tidak dikendalikan atau dimenej.

Lalu bagaimana caranya agar tidak terjadi duplikasi konten? Secara prinsip adalah dengan mengkondisikan agar setiap website memiliki konten berbeda. Teknisnya bisa saja mengikuti pola teknis seperti ini :

Pengelola menyiapkan sebuah bank data, dan bank data tersebut tidak dipublikasikan di internet (tidak dipublis). Menggunakan email bersama sebagai bank data adalah salah-satu cara yang praktis. Atau bisa pula menggunakan sebuah website atau blog, tapi website atau blog tersebut diblok dari penelusuran search engine.

Dari email bersama tersebut masing-masing pengelola website mengambil bahan sesuai dengan peruntukkannya untuk dipublikasi.

Oh ya, tadi disebutkan tentang alternatif penggunaan website atau blog yang diblok dari penelusuran search engine sebagai bank data. Mengapa harus diblok? Ya untuk menghindari penelusuran dari mesin pencari. Jika tidak diblok, maka tetap saja akan terendus sebagai duplikasi konten.

Itu adalah cara pertama. cara kedua adalah melakukan perubahan yang signifikan. Tidak lagi mengelola banyak website tapi cukup satu saja. Masing-masing penulis menulis di web yang sama.

Lalu bagaimana bila sudah kepalang kena penalti dari Google akibat duplikat atau duplikasi konten? Hadeuh, agak susah bro. Setidak-tidaknya anda harus membaca dan mempraktekkan artikel yang satu ini.


Kembali pada pepatah bahwa mencegah jauh lebih baik daripada mengobati.

IKLAN INI BUKAN BAGIAN DARI ARTIKEL

No comments: