Kisah Sampah Internet Itupun Suatu Saat Akan Berakhir





Berkutat belasan tahun di bidang internet dan komputer, temuanku dan temuan mereka sama. Temuan itu adalah :

Di internet banyak hal bermanfaat juga yang tidak bermanfaat. Yang tidak bermanfaat disebut "Sampah Internet".

Di antara hal yang menimbulkan banyak sampah internet adalah karena para penulis lebih banyak :
  1. Menulis asumsi, opini, dan propaganda. Terkadang hanya propaganda kelas ecek-ecek atas nama agama, negara, politik, bangsa, dan budaya. Celakanya, hal ini dianggap berkualitas oleh diri mereka sendiri.
  2. Menulis hal-hal yang bukan bidang mereka. Dengan demikian yang muncul adalah tulisan-tulisan berbau menebak-nebak, menduga-duga, atau mengira-ngira.
  3. Menuliskan hal-hal yang tidak mereka kerjakan. Hanya berangkat dari setengah tahu. Itupun pada kulit luarnya.
  4. Terlalu bertendensi pada mencari uang, penghasilan, atau pelampiasan kegundahan.
Sebagai raja internet saat ini, Google sebagai mesin pencari dan Facebook sebagai media sosial, memberikan sumbangsih besar terhadap bertumpuknya sampah internet.

Google dan Facebook menyadari benar akan hal ini, oleh karena itu algoritma demi algoritma baru terus dikembangkan untuk filterisasi. Celakanya lagi, kecepatan kerja mereka yang luar biasa dalam membuat filter masih jauh kalah cepat oleh aliran sampah dari sekian milyar tulisan.

Siapapun bisa menjadi pembuat sampah di internet, termasuk aku tentunya.

Tidak ada kisah yang tidak berakhir. Dan kisah sampah internetpun akan berakhir ketika sebuah meteor besar menabrak bumi. Saat itu semua teknologi masa kini akan lenyap. Yang tersisa tinggal pedang dan panah tradisional.

Selanjutnya : Sejarah dan Perkembangan Internet Secara Umum

IKLAN INI BUKAN BAGIAN DARI ARTIKEL

No comments: