Ada Apa Dibalik Penggunaan Istilah 'Orang' Dalam Keseharian?

Ada Apa Dibalik Penggunaan Istilah 'Orang' Dalam Keseharian?

Dalam kehidupan sehari-hari kita tentu sering menemukan kalimat-kalimat sejenis ini :
  1. Saya hanya orang desa, pak.
  2. Banyak orang mendatangi tempat itu sejak meteor jatuh.
  3. Seseorang akan dikenang baik karena sikapnya.
  4. Ia adalah orang yang sangat baik tingkah lakunya
  5. Seorang guru wanita telah diberi penghargaan oleh pemerintah.
Beberapa tahun yang lalu seorang guru SD pernah memrotes kalimat yang saya tulis. Kalimat itu adalah :
Ada dua orang manusia yang masih hidup hingga sekarang, mereka adalah nabi Isa dan dajjal. Adapun Iblis sejatinya adalah nama seorang jin. Tidak ada bedanya dengan kasus dimana ada seorang manusia bernama Joni.
Dia protes pada kata-kata ini : seorang jin.

Menurutnya jin bukanlah manusia, sehingga tidak benar jika disebut seorang jin.

Kepadanya saya menjelaskan demikian :

Kita mengenal kata satuan, misalnya saja kilogram, centimeter, liter, ons, meter, watt, volt, dan sebagainya. Sesungguhnya orangpun adalah kata satuan yang diperuntukkan bagi manusia, jin, malaikat, dewa, bahkan tuhan. Contohnya demikian :
  1. Ibu membeli satu kilogram gula.
  2. Panjangnya tidak lebih dari sepuluh cm.
  3. Satu kilometer adalah seribu meter.
  4. Seorang jin telah merasuki tubuhnya.
  5. Jibril adalah salah-seorang malaikat.
Alhamdulillah, dia mau mengerti dan tidak ngotot. Bahkan dibagikannya uraian saya tersebut kepada rekan-rekan yang lain.

Bila ada yang sedikit saya sayangkan adalah bahwa dia langsung mengambil sikap protes, dan tidak menanyakan dahulu apa alasan saya menulis demikian. Tapi tidak mengapa, karena pada dasarnya dia bukanlah manusia yang anti dialog.

Nampaknya kita sudah harus mulai membiasakan diri menggunakan kata 'manusia' bila memang objeknya adalah kata benda berjenis 'manusia'. Serta tidak menggantinya dengan kata satuan 'orang'. Beberapa contohnya ialah :
  1. Banyak manusia mendatangi tempat itu sejak meteor jatuh.
  2. Manusia akan dikenang baik karena sikapnya.
  3. Ia adalah manusia bertingkah-laku baik.
Semoga tidak ada yang memrotes kalimat saya yang ini :
Nampaknya kita sudah harus mulai membiasakan diri menggunakan kata 'manusia' bila memang objeknya adalah kata benda berjenis 'manusia'. 
Demikianlah, karena dalam bahasa Indonesia kata 'manusia' itu termasuk 'kata benda'.




IKLAN INI BUKAN BAGIAN DARI ARTIKEL

No comments: