Keadilan di Dunia adalah Sebuah Relatifitas

Keadilan di Dunia adalah Sebuah Relatifitas

Membebaskan 100 orang yang "mungkin bersalah" adalah lebih baik daripada menghukum 1 orang yang "mungkin tidak bersalah". Maka untuk menghukum orang, ia harus "pasti salah". Di sinilah fungsinya akhirat. Yaitu sebagai pengadilan yang pasti adil karena diadili langsung oleh Yang Maha Tahu.

Jika demikian, lalu untuk apa manusia mau repot-repot mencari keadilan di dunia? Jawabannya adalah untuk memburu nilai dan terlibat pada proses, terlepas dari hasil akhirnya bagaimana.

Di dunia ini memang kerap terjadi gagalnya manusia memberikan dan atau memperoleh keadilan. Hal ini terjadi karena manusia memiliki sangat banyak ketidaktahuan dan ketidakpahaman. Termasuk dalam hal mengetahui atau memahami isi hati orang lain.

Andaikan saja isi hati seseorang bisa diketahui oleh orang lainnya, maka bisa jadi tidak akan pernah ada institusi bernama pengadilan. Atau bahkan tidak akan pernah ada kebohongan, karena manusia merasa percuma melakukannya. Dan lebih jauh lagi tidak akan pernah ada kejahatan.

IKLAN INI BUKAN BAGIAN DARI ARTIKEL

No comments: