Kemampuan Luar Biasa itu Disebut Karomah

Kemampuan Luar Biasa itu Disebut Karomah

KH. Hasyim Muzadi mendefinisikan bahwa karomah adalah kemampuan seseorang di luar batas keumuman. Dan itu langsung diberikan oleh Allah pada hamba-NYA yang Dia kehendaki.

Karomah adalah batas tertinggi keluarbiasaan bagi manusia non rasul, karena di atas karomah adalah mu'jizat. Dan mu'jizat hanya diamanahkan kepada para rasul.

Di antara yang diamanahi karomah adalah Umar Ibnu Khattab. Tapi tentu saja beliau tidak pernah melakukan penggandaan uang. :-)

Seseorang yang diamanahi karomah, pada saat-saat tertentu, tidak lagi dibatasi oleh ruang lingkup dan waktu. Dengan demikian ia mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi di masa lalu. Tahu dalam pengertian gamblang dan terindera.

Kemudian ia juga tahu apa yang akan terjadi, tahu dalam pengertian gamblang, bukan prediksi atau ramalan.

Nah masalahnya, secara prinsip ia tidak boleh menceritakan apa-apa yang diketahuinya di wilayah ghaib tersebut.
Itu dalam terminologi Islam, agama yang aku yakini. Kini aku akan sedikit bertutur tentang paham sejenis di agama lain.

Tersebutlah Sadewa, adik kembar Nakula. Mereka berdua adalah bagian dari Pandawa (anak-anak Pandhu atau para putra Pandhu).

Jika dikaitkan dengan status ayah biologis, maka yang pantas disebut Pandawa ya hanya Nakula - Sadewa ini. Mereka lahir dari rahim Madhri setelah berasmaragama dengan Pandhu, suaminya. Kemudian dewa kembar Ashwan - Ashwin memberkahi.

Kunthi sepanjang hidupnya tidak pernah berasmaragama dengan siapapun, termasuk dengan Pandu, suaminya. Semua putra Kunthi lahir dengan cara luar biasa. Karna lahir dari telinga, lalu Yudhistira, Bhima, dan Arjuna lahir dari tangannya.
Yudhistira adalah anugerah dari dewa Dharma. Bhima dari Dewa Vayu. Dan Arjuna dari Indra, sang dewa perang.

Lalu mengapa akhirnya Pandawa dikatakan ada lima orang? Ini adalah untuk memuliakan maharaja Pandhu sekaligus memuliakan Yudhistira, Bhima, dan Arjuna.

Baik, kita kembali ke Sadewa.

Di antara putra yang lima orang itu masing-masing diberi kelebihan.

Yudisthira adalah yang tersuci. Ia sangat lihai memainkan lembing sebagai senjata,

Bhima yang terkuat. Sangat perkasa memainkan gada.

Arjuna yang paling berani, paling gemilang, dan paling lihai memainkan senjata apapun. Di antara Pandawa, hanya ia yang mampu mengalahkan pasukan besar hanya seorang diri.

Nakula yang paling tampan dan ahli astronomi. Kemampuan bermain pedangnya sangat ternama.

Kemudian Sadewa adalah yang paling bijaksana dan mahir astrologi. Sama dengan Nakula, Sadewapun seorang pendekar pedang kelas utama.

Kemampuan astrologi Sadewa inilah yang identik dengan "karomah". Ia tahu secara gamblang tentang semua masa lalu, tentang masa kini, dan tentang apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi ia tidak boleh mengisahkan apapun yang diketahuinya itu. Bila melanggar maka kepalanya akan meledak.

Kemampuan astrologi Sadewa di sini pengertiannya tidak sama dengan ramal meramal atau tujum menujum.

Karena tahu apa yang akan terjadi, maka dalam Bharatayudha. Sadewa adalah yang paling tenang dan sabar.

IKLAN INI BUKAN BAGIAN DARI ARTIKEL

No comments:

Terima kasih bila anda berkenan berkomentar secara relevan.
Dan tunggu kunjungan balik saya ke situs anda.