Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan

Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan, itulah topik yang akan dibahas atau diuraikan oleh Kontakmedia dalam kesempatan ini. Sekaligus akan mengulas atau me-review salah-satu produk Pertamina, yaitu LPG Pertamina. Selamat membaca!

Tentang Pertamina

Pertamina adalah akronim dari Persatuan Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Nasional. Sebelumnya Pertamina adalah akronim dari Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara.

Pada 17 September 2003 Pertamina berubah bentuk menjadi PT Pertamina (Persero) berdasarkan PP No. 31/2003. Undang-Undang tersebut antara lain juga mengharuskan pemisahan antara kegiatan usaha migas di sisi hilir dan hulu.

Pertamina tergolong dalam kelompok Badan Usaha Milik Negara atau BUMN. Cabang-cabangnya tersebar di seluruh Indonesia.

Tentang Pertamina
Gedung Pertamina

Program Konversi Minyak Tanah ke GAS

Dalam sejarah Indonesia khususnya dan dunia umumnya, telah terjadi berbagai transformasi atau konversi bahan bakar untuk memasak. Yang pertama tentu saja penggunaan kayu bakar yang berlangsung sangat lama. Hingga berabad-abad bila tinjauannya adalah dunia. Setelah itu beralih ke minyak tanah, dan akhirnya gas.
Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan adalah hal yang nyata dirasakan oleh masyarakat Indonesia sekarang ini.
Terkait konversi minyak tanah ke gas, pemerintah Indonesia mencanangkannya sejak tahun 2004 secara besar-besaran. Hal ini ditandai dengan dikeluarkannya tabung LPG 3kg. Tujuan dari pengadaan tabung LPG 3kg tersebut tentu saja agar masyarakat lapisan bawah bisa memilikinya.

LPG Pertamina

LPG merupakan singkatan dari Liquified Petrolium Gas artinya gas minyak bumi atau gas alam yang dicairkan. Komponen utama LPG yaitu propana (C3H9) dan butana (C4H10) biasanya dihasilkan dari pemrosesan / pengeboran minyak bumi.

Gas alam ini memiliki sifat emisi buang lebih rendah dari bensin dan solar sehingga dapat dikategorikan sebagai bahan bakar ramah lingkungan. 

Sampai awal tahun 2000-an penulis masih mendapati banyak rumah tangga yang menggunakan kompor minyak tanah, bahkan pada kelompok keluarga berada sekalipun. Terutama di pedesaan. Lalu yang membedakan adalah bahwa untuk keluarga berada, mereka menggunakan kompor minyak tanah berkualitas tinggi. Dengan demikian api yang muncul telah kebiru-biruan.

Penulis sendiri mulai menggunakan LPG pada tahun 1990, saat itu harga kompor gas dan tabung LPG-nya masih relatif mahal. Sisi penghematan terasa justru dari perbandingan konsumsi minyak tanah berbanding konsumsi gas LPG. Untuk hidup seorang lajang pada tahun tersebut, gas LPG bervolume 12kg cukup untuk dua bulan.

Api biru yang dihasilkan LPG
Api biru yang dihasilkan LPG

Penulis tidak merasa asing sendirian ketika menggunakan kompor gas, karena para tetangga juga telah menggunakannya, baik yang jauh maupun dekat. Di wilayah kami saat itu, minyak tanah justru sangat langka.

Sisi teknis yang membedakan antara penggunaan kompor minyak tanah dan kompor gas adalah soal waktu. Suhu api yang ditimbulkan oleh gas LPG lebih panas, karena itu waktu yang diperlukan untuk memasak jadi lebih cepat. Kemudian hal lainnya adalah pada kompor gas tidak ada lagi kegiatan mengganti sumbu kompor.

Terhadap peralatan masak, dampak yang ditimbulkan oleh api dari kompor minyak tanah dan kompor gas tentu berbeda. Api dari kompor minyak tanah meninggalkan jejak yang khas yaitu jelaga. Kemudian setelah beberapa lama meninggalkan jejak permanen berwarna hitam. Bila ingin menghilangkannya, maka kita perlu menggunakan amplas halus atau batu apung. Dan itu berarti mengikis atau bahkan merusak peralatan masak yang bersangkutan.

Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan
Tabung LPG 3kg dan 12kg

Penggunaan kompor gas menguntungkan masyarakat. Dengan harga tabung gas 3 kg berkisar antara 14-15 ribu rupiah bisa digunakan sampai 10 hari. Harga minyak tanah kini Rp 10.500 perliter, dan bisa digunakan kurang lebih 7 hari, di luar memasak nasi. Secara hitung-hitungan kasar telah nyata bahwa penggunaan kompor gas lebih hemat.

Mungkin banyak yang berpendapat bahwa penggunaan kompor gas lebih berbahaya dibanding kompor minyak karena bisa meledak, meskipun harganya terjangkau dan mudah didapatkan. Banyak berita di media mengenai ledakan tabung gas. Sebenarnya hal tersebut bisa dihindari. Ketika pemasangan tabung gas, pastikan selang sudah terpasang dengan benar. Pastikan pula selang telah terpasang dengan benar ke kompor.

Bila ditinjau secara objektif, kasus kebakaran misalnya, jauh lebih banyak disebabkan oleh hubungan singkat listrik dibanding oleh ledakan tabung gas.

Bright Gas Hemat

Pada bulan Oktober 2015 Pertamina mengeluarkan produk baru yaitu Bright Gas Hemat yang memiliki volume 5,5kg.

Bright Gas Hemat
Bright Gas 5,5kg

Produk yang satu ini bisa didapatkan secara mudah melalui Bright Gas Layan-Antar.

Dengan ukuran yang hanya 5,5kg, Bright Gas kemasan baru ini lebih mudah dibawa kemana-mana.

Kesimpulan

Dari seluruh uraian di atas, penulis menyimpulkan beberapa hal yaitu :
  1. Sesuai perkembangan teknologi, sejarah mencatat perubahan bahan bakar untuk memasak secara umum dalam tiga fase yaitu fase kayu bakar, fase minyak tanah, dan fase gas. Penggunaan kompor listrik, kompor batu bara, dan lainnya hanyalah varian yang tidak dominan dan lebih bersifat alternatif.
  2. Pertamina adalah pihak yang memberikan solusi terhadap penyediaan bahan bakar berkualitas dan ramah lingkungan.
  3. Dibanding minyak tanah, penggunaan LPG sebagai bahan bakar memasak adalah lebih praktis, lebih ramah lingkungan, lebih hemat, dan lebih cepat. Hal ini pulalah yang mendorong pemerintah untuk mengeluarkan program konversi minyak tanah ke gas secara besar-besaran pada tahun 2004.
  4. Untuk menghindari kecelakaan akibat penggunaan tabung LPG, maka pastikan semuanya terpasang dengan benar sesuai standar.
  5. LPG Aman adalah salah-satu produk Pertamina yang mendukung program pemerintah.
Demikianlah ulasan singkat Kontakmedia yang terkait dengan LPG Pertamina dalam topik Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan. Semoga bermanfaat.

Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan

IKLAN INI BUKAN BAGIAN DARI ARTIKEL

No comments:

Terima kasih bila anda berkenan berkomentar secara relevan.
Dan tunggu kunjungan balik saya ke situs anda.