Antara Pendidikan dan Masa Depan Anak Didik

Antara Pendidikan dan Masa Depan Anak Didik

Antara Pendidikan dan Masa Depan Anak Didik - Walaupun aku tidak bergelut di dunia pendidikan, tetapi nuansanya tentu melekat pada jiwa. Bangku SD hingga universitas pernah memanaskan pantatku selama sekian belas tahun nan panjang. Lalu aku sempat menjadi guru suka rela yang mengajarkan keterampilan elektronika dasar di SMP 3 Cibeber Cilegon, di sela-sela rutinitas sebagai karyawan.

Masa muda salah satunya kuhiasi dengan berkiprah gaya anak muda di yayasan Desfita bersama sejumlah guru TK yang selalu cantik ceria. Dan kini beberapa anak lulusan TK Desfita telah menjadi orang dalam arti sebenarnya.

Mungkin cukuplah itu sebagai modal kecil bagi keberanianku untuk mengatakan bahwa dunia pendidikan sekarang ini ibarat pemanis buatan yang menyelipkan rasa pahit saat dimakan di antara rasa manisnya. Atau taman indah penuh ranjau. Pertanyaan tentang bagaimana nasib anak-anak didik paska sekolah selalu dijawab dengan keraguan hampir oleh siapapun.

Sikap baik hati dari sejumlah dermawan, yang menyiapkan dirinya sepenuh hati sebagai bapak atau ibu asuh, tentu saja sangat mulia. Tapi sayangnya kemuliaan itu dijebak habis saat si anak asuh memasuki taman indah nan penuh ranjau tersebut. Mungkin si dermawan akan mendapat pahala akhirat, tapi tidak untuk kepuasan batin duniawi. Manalah mungkin batinnya akan puas saat anak yang diasuhnya besar kemungkinan akan menjadi pengangguran selepas sekolah.

Selain para dermawan, rupanya kitapun membutuhkan para pahlawan. Dan merekalah yang kelak akan mati-matian merubah sistem pendidikan yang ada. Tujuannya satu, agar dunia pendidikan kita tidak lagi menjadi lahan luas tempat orang tua siswa, atau orang tua asuh, membuang hartanya secara sia-sia demi atribut yang nyaris tanpa makna. Atribut tersebut berbunyi semisal pertanyaan : "Anak gue lulus sekolah, anak gue lulus kuliah, tapi dimana masa depannya ?"

Tujuan akhir dari pendidikan memang bukan semata-mata untuk bisa bekerja dan meraih penghasilan, karena itu hanyalah salah-satu termin saja. Tetapi termin tersebut menjadi sedemikian penting untuk sukses dilewati, karena tanpa penghasilan maka kehidupan seseorang akan sulit.

IKLAN INI BUKAN BAGIAN DARI ARTIKEL

No comments:

Terima kasih bila anda berkenan berkomentar secara relevan.
Dan tunggu kunjungan balik saya ke situs anda.