Menunggu Akhir Persidangan Jessica Kumala Wongso

Menunggu Akhir Persidangan Jessica Kumala Wongso

Ada sebagian masyarakat, yang sama-sekali tidak terlibat pada kasusnya, nampak geregetan karena menyimak persidangan Jessica Kumala Wongso yang nampak sedemikian panjang. Entah mengapa mereka sampai geregetan, padahal semua bisa disikapi dengan biasa-biasa saja.

Menunggu Akhir Persidangan Jessica Kumala Wongso, itulah yang sedang dilakukan oleh sebagian masyarakat saat ini.

Bulan Oktober 2016 diagendakan persidangan kopi maut ini akan berakhir, dan itu berarti ketuk palu akhir untuk nasib Jessica Kumala Wongso berdasarkan keputusan hakim.

Tim Penasihat Hukum Jessica tentu sangat keras berusaha agar kliennya bisa bebas dari hukuman, tapi nampaknya itu mustahil. Perolehan maksimal paling-paling hanya sampai meringankan hukuman, yaitu dari hukuman mati menjadi hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara beberapa puluh tahun.

Sekalipun detik-detik Jessica memasukkan sianida tidak terekam oleh CCTV, dan tidak pula ada saksi mata yang melihatnya, tetapi rangkaian puzzle kejadian tetap menempatkan dia sebagai pihak yang paling mungkin melakukannya. Dan apabila angka 100% kepastian tidak dapat dicapai, maka angka kemungkinan 99.9% pun sudah lebih dari cukup bagi majelis hakim untuk memutuskan.

Seorang saksi ahli, yakni Muhammad Nuh menganalogikan kasus ini seperti puzzle atau teka-teki dengan ‎gambar tertentu. Jika satu saja potongan gambar hilang, sementara potongan lainnya tersusun lengkap, orang tetap bisa mengenali gambar tersebut.

"‎Analoginya seperti puzzle dengan huruf A, misalnya. Jadi, meski kepingan puzzle satu atau dua menghilang, tetap saja orang mengenal puzzle itu sebagai huruf A," ujar Nuh saat menjadi saksi di persidangan ke-11, Rabu 10 Agustus 2016 lalu.

Senada dengan itu, saksi ahli lainnya yakni Prof. Edward, mengulas kasus Lafagrande. Dalam kasus tersebut hakim memutuskan perkara dengan menjatuhkan hukuman pada seorang istri yang diduga meracuni suaminya. Saat itu tidak ada seorang saksipun yang melihatnya, tapi karena pada jam rawan tersebut makanan sepenuhnya berada dalam kekuasaan sang istri seorang tanpa adanya pihak lain, maka hukumanpun dijatuhkan padanya.

Beberapa argumen berdasarkan fakta yang disampaikan oleh tim penasihat hukum Jessica, misalnya saja untuk momen jam 16:29 dimana Jessica ternyata ber-Whatsapp dengan teman-temannya, tidak signifikan untuk bisa membela. Hal ini karena dalam rentang waktu 16:29:00 - 16:29:59 Jessica bisa saja melakukan beberapa pekerjaan sekaligus, bukan sekedar fokus pada ponselnya.

Di antara hal yang justru sangat menyudutkan Jessica adalah sejumlah inkonsistensi dan kebohongannya saat diperiksa oleh Tim Penyidik. Semua kebohongan ini menimbulkan pertanyaan yang bertendensi tuduhan : Jika tidak berbuat salah, mengapa harus berbohong?

Sebelumnya : Prediksi Untuk Hasil Akhir Persidangan Jessica Kumala Wongso

IKLAN INI BUKAN BAGIAN DARI ARTIKEL

No comments:

Terima kasih bila anda berkenan berkomentar secara relevan.
Dan tunggu kunjungan balik saya ke situs anda.