Sabtu, 16 Juli 2016

Mengapa Induk Kucing Bisa Tidak Kembali Pada Bayi-Bayinya?

Mengapa Induk Kucing Bisa Tidak Kembali Pada Bayi-Bayinya? - Sering didapati bayi-bayi kucing yang ditinggalkan induknya. Dan nasib mereka akan sangat tergantung pada keberuntungan. Bila beruntung maka akan ada manusia atau induk kucing lain yang merawatnya. Bila tidak, maka kematian cepatlah yang akan menimpa mereka.


Lalu mengapa sang induk seakan tega meninggalkan anak-anaknya, padahal secara normal kucing betina sangat protektif dalam menjaga bayi-bayinya.

Dari berbagai hasil pengamatan penulis, satu-satunya alasan mengapa seekor induk kucing menjauh dari bayi-bayinya adalah karena dia mencari makanan. Dan ketika mencari makanan inilah bisa terjadi hal-hal sebagai berikut :

Si Induk Tersesat

Pada dasarnya induk kucing akan segera kembali kepada bayi-bayinya apabila dia telah menemukan makanan. Dalam hal ini tidak akan ada masalah apabila jarak sumber makanan terhadap bayi-bayinya itu dekat. Masalah akan timbul ketika makanan baru didapatkan setelah si induk kucing menempuh jarak yang jauh.

Kucing bukanlah pengingat yang baik, dan satu-satunya modal yang dia miliki untuk sampai ke tempat asal adalah penciumannya yang tajam. Di sinilah sang kucing berpotensi besar untuk tersesat.

Pada jaman dahulu ketika lingkungan belum padat oleh manusia, kucing bisa mengandalkan modal penciumannya tersebut dan itu berbeda dengan jaman sekarang. Jejak-jejak yang ditinggalkan sang kucing selama menempuh perjalanan, misalnya saja berupa air kencing, bisa segera terhapus.

Hidung kucing memiliki 200 juta reseptor bau, jumlah ini masih dibawah jumlah reseptor bau yang dimiliki anjing (220 juta) namun jauh melebihi jumlah reseptor bau pada hidung manusia (5 juta). Hidung kucing jauh lebih sensitif dibandingkan hidung manusia.

Mengendus sangat membantu kucing memaksimalkan deteksi bau. Ketika mengendus pernafasan menjadi berhenti sejenak dan karenanya partikel udara terhenti lebih lama pada hidung karena tidak langsung mengalir ke paru paru selanjutnya reseptor bau pada hidung kucing akan mendeteksi udara yang masuk serta meneruskan informasi yang diterima ke otak.

Namun seberapapun hebatnya indera penciuman seekor kucing maka tidak akan berarti apa-apa ketika sumber bau tidak ada atau terhalang. Dia tidak akan mampu mencium bau bayi-bayinya dari jarak jauh karena terhalang oleh bangunan-bangunan.

Berbeda dengan anjing yang lebih banyak menggunakan penciumannya untuk melacak, kucing menggunakan indera penciumannya terutama untuk self orientation, mengidentifikasi kucing lain, mengidentifikasi manusia, mengenali bau yang berbahaya, membaca pesan yang ditinggalkan oleh kucing lain dan yang tidak kalah penting sebagai stimulus nafsu makan.

Si Induk Mati

Bukan mustahil selama mencari makanan justru si kucing mengalami kematian oleh bermacam sebab. Jalan raya dengan lalu-lintas kendaraannya merupakan salah-satu potensi bahaya.

Potensi bahaya lainnya adalah ketika si kucing memakan makanan beracun.

Boleh dikatakan tidak ada kasus kematian seekor kucing dewasa mutlak karena berkelahi dengan sesama kucing, meskipun demikian sebagai pemicu bisa saja terjadi. Ketika seekor kucing berlari ketakutan karena dikejar kucing lain, dia bisa kehilangan kontrol. Akibatnya dia bisa menabrak atau menyerempet apapun yang berbahaya.

Selanjutnya : Cara Mengurus Bayi Kucing Yang Ditinggalkan Induknya

Demikianlah artikel dari Kontakmedia yang berjudul Mengapa Induk Kucing Bisa Tidak Kembali Pada Bayi-Bayinya?, semoga bermanfaat. Dan terima kasih untuk Anda yang telah berkunjung ke blog ini.