Cara Mengurus Bayi Kucing Yang Ditinggalkan Induknya

Cara mengurus bayi kucing yang ditinggalkan induknya sungguh membutuhkan ketekunan dan kehati-hatian. Resiko kematian mereka amat besar.

Hingga usia sebulan adalah merupakan masa rawan kematian bagi bayi kucing. Dan tidak sedikit di antara yang mati adalah karena ditinggalkan induknya. Ditinggalkan karena si induknya sendiri mati, atau karena si induk pergi begitu saja. Lalu bagaimana caranya anda, sebagai seorang penggemar kucing, mengatasi hal ini.

Tidak ada cara yang mudah sebenarnya, tetapi tetap harus diusahakan bila kita tidak ingin bayi-bayi kucing tersebut mati. Cara-cara tersebut adalah :

Pertolongan Pertama

Buat campuran yang terdiri dari satu kuning telur, 300cc air bekas cucian beras, dua sendok makan susu full cream, dan lima butir minyak ikan. Campur semuanya hingga menjadi larutan yang rata.

Catatan : Kalau mau, air susu ibu malah jauh lebih baik sebagai campuran. Dan satu hal lagi, pada dasarnya secara naluriah, bayi-bayi kucing adalah sama dengan kucing dewasa. Mereka gemar pada sesuatu yang berbau amis atau anyir. Resiko dari menggunakan asi adalah sangat cepat basi. Jadi harus sekali habis.

Volume campuran adalah relatif, karena yang terpenting adalah komposisinya. Volume di atas saya asumsikan bila anda menemukan 4 ekor bayi kucing sekaligus. Dan bila hanya seekor, maka anda tidak perlu membuat sebanyak volume di atas.

Jangan sungkan, gunakan telunjuk anda untuk alat menyusu bagi bayi-bayi kucing tersebut. Celupkan telunjuk anda pada campuran tadi, kemudian tempelkan pada mulut bayi-bayi kucing yang kelaparan.

Campuran di atas bisa anda buat kembali bila telah habis. Dan agar tidak cepat basi, maka simpanlah di dalam lemari es. Bil tidak ada lemari es, maka buatlah sedikit-sedikit saja.

Pertolongan Lanjutan

Pada pertolongan lanjutan ini, anda harus mencari induk kucing lain yang sedang menyusui, dimana umur bayi-bayinya tidak terlampau jauh.

Setelah ketemu, jauhkan dulu si induk dari anak-anaknya selama 3 jam. Saat terbaik adalah setelah anak-anaknya disusui. Dengan demikian mereka tidak terlalu kelaparan selama di jam-jam tersebut. Dan pada saat si induk sedang jauh itulah anda campurkan antara bayi-bayi kucing yang terlantar tersebut dengan bayi-bayi kucing yang ada induknya. Lalu tempatkan mereka di tempat gelap, hangat, dan sepi.

Waktu 3 jam adalah cukup untuk menjadikan semua bayi kucing memiliki aroma yang sama atau berbaur. Terlebih mereka biasa tidur bertumpukkan antara satu dengan lainnya. Dan setelah 3 jam maka anda boleh mendekatkan si induk.

Pada awalnya bisa jadi si induk ragu-ragu, tetapi suara-suara anak kucing yang minta disusui akan mendorong dia untuk melakukan tugasnya tanpa pilih kasih.

Bila Pertolongan Lanjutan Sulit

Bagaimana jika anda tidak juga menemukan induk kucing yang sedang menyusui? Terus lanjutkan saja step pertolongan pertama. Bila bayi-bayi kucing itu selamat, bisa melewati usia satu bulan, maka ke sananya akan lebih mudah. Pada usia satu bulan, mereka sudah bisa mengunyah ikan yang dilunakkan atau yang tanpa duri. Jadi berilah mereka ikan yang duri-durinya telah dibuang.

Satu hal yang tidak boleh anda lupakan bahwa berdoá kepada Tuhan, agar Dia memberikan yang terbaik bagi kehidupan, adalah mutlak atau wajib anda lakukan.

Kita sebagai manusia hanya wajib berusaha, bukan?

Sahabat penggemar kucing, cara ini berasal dari pengalaman dari nenek-nenek saya. Begitulah, karena nenek dan adik-adiknya dahulu, adalah penggemar kucing juga. Jadi, jauh sebelum kita lahir, mereka telah kenyang mengalami dinamika mengurus kucing. Termasuk mengurusi bayi kucing yang ditinggalkan induknya.

Cara ini tergolong jadul karena segala peralatan untuk mengurus bayi kucing telah tersedia di petshop. Jadi cara yang dipaparkan di atas adalah apabila di daerah anda benar-benar tidak ada atau sangat jauh dari petshop.

IKLAN INI BUKAN BAGIAN DARI ARTIKEL

No comments: