Kepedulian Sosial Memiliki Skala dan Bentuk yang Beragam



Ketika seorang ibu memasak sayur, kemudian tetangga kebagian sejauh areal dimana aromanya tercium, itupun sudah merupakan kebaikan bagi bangsa dan negara. Bahkan bagi agama.

Kebaikan seperti itu bersifat border less, tidak memerlukan organisasi atau institusi formal. Yang diperlukan adalah komitmen kemanusiaan. Dan bila dilakukan secara massal, hasilnya tentu baik.

Yang perlu digarisbawahi tentu bukan hanya praktek bagi-bagi sayurnya, karena bisa saja berlaku hal yang lebih baik dari itu. Yang perlu digarisbawahi adalah komitmen moralnya. Dan itu bisa dilakukan secara massal tadi.

Batas kemampuan setiap orang tentu berbeda-beda. Anda tidak bisa berharap agar setiap manusia memiliki kapasitas seperti nabi Muhammad. Atau seperti Bung Karno bagi tumbuh kembang Indonesia.

Tulisan ini mungkin cocok bagi mereka yang gemar menuduh bahwa orang lain tidak peduli pada permasalahan bangsa dan umat. Mungkin prasangka seperti itu datang karena yang bersangkutan "kurung batok".

Andai tidak "kurung batok", tentu akan paham bahwa ayat ini masih berfungsi :
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung." (QS : Ali Imran, 104)
Makna "segolongan" bisa saja terdiri dari sedikit orang. Dan itu tanpa melibatkan institusi melainkan benar-benar karena persamaan kehendak atau niat.

Perkara belum terlihat hasilnya, itu memiliki penyebab yang kompleks. Termasuk adanya kemungkinan takdir.

Biasanya yang gemar menuding kiri-kanan selalu dilembari oleh kenyataan bahwa ia sendiri sebenarnya nyaris tanpa daya. Kemudian karena kecewa jadi uring-uringan.

Bagi para penuding ini, para ibu yang gemar berbagi sayur mungkin dinilai tidak memiliki kontribusi bagi agama, bangsa, negara, dan kemanusiaan. Padahal ayat ini juga masih berlaku :
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (16: 97)
Makna "kehidupan yang baik" bagi individu pada gilirannya akan memberikan dampak baik pula pada bangsa dan negara. Hal ini mudah dipahami karena isi dari suatu bangsa adalah individu-individu yang berkumpul.

Mari kita tersenyum manis.

IKLAN INI BUKAN BAGIAN DARI ARTIKEL

No comments: