Seperti Apakah Naluri Dominan Para Penegak Hukum?

Seperti Apakah Naluri Dominan Para Penegak Hukum?

Seperti Apakah Naluri Dominan Para Penegak Hukum? - Kita awali pembahasan ini dengan menelisik sebuah tim sepakbola. Di sana terbagi menjadi tiga bagian yaitu yang berfungsi atau berperan sebagai pertahanan, pengolah, serta penyerang.

Di sektor pertahanan ada kiper dan back, disektor pengolah ada para gelandang, dan di sektor penyerang ada striker. Masing-masing peran itu sesungguhnya diawali oleh hal mendasar dari diri manusia, yaitu naluri dominan.

Seorang pemain sepakbola diawal tumbuhkembangnya, misalnya saat ia masih kanak-kanak di sebuah sekolah sepakbola, tentu akan menunjukkan minatnya sesuai naluri dominan yang ada pada dirinya. Maka sejak kanak-kanak itu pulalah terlihat siapa yang memilih posisi kiper, back, gelandang, atau penyerang.

Biasanya pilihan posisi pada masa kanak-kanak akan terus linier hingga dewasa, meskipun dalam sedikit kasus ada pula sentuhan luar yang mampu merubah dan malah jadi lebih baik. 

Sedikit kasus yang saya maksud adalah ketika ada pelatih yang melakukan eksperimen. Seorang pemain gelandang malah ditempatkan sebagai penyerang, dan ternyata sukses.

Naluri Dominan Para Penegak Hukum

Dalam penegakan hukum maka kita mengenal berbagai fungsi seperti penyidik, penuntut umum, pengacara, dan hakim. Sama seperti dalam tim sepakbola, peran mereka juga didasari oleh suatu naluri dasar.

Para penyidik umumnya memiliki naluri sebagai pihak yang memiliki rasa ingin tahu sangat besar. Mereka akan mengumpulkan informasi apapun semaksimal mungkin, baik yang berbentuk data ataupun fakta. 

Dalam menjalankan perannya tersebut, kejelian mereka lebih kepada bagaimana agar ada sebanyak mungkin bahan yang bisa digali dan atau diperoleh. Kemudian meneruskannya kepada pihak lain yang berwenang tanpa pemilahan.

Bagi penyidik, temuan sekecil apapun akan dikumpulkannya. Apakah di level penuntut umum akan berguna atau tidak maka itu perkara berikutnya.

Walaupun dikatakan tanpa pemilahan, namun bukan berarti penyidik melakukannya secara sembarangan. Mereka tetap memperhatikan kaidah-kaidah relevansi dan manajemen informasi. Hasil penyidikan para penyidik akan menghasilkan tersangka.

Selanjutnya adalah peran penuntut umum. Mereka memilihi naluri untuk merangkai data dan fakta dalam sebuah struktur tertentu yang menggambarkan kelayakan bahwa suatu kasus memang logis didakwakan pada seorang tersangka sehingga statusnya naik menjadi terdakwa.

Hasil kerja penyidik dan penuntut umum selanjutnya akan menemui batu uji terutama dari pengacara. 

Bila penyidik dan penuntut umum diibaratkan penyerang, maka pengacara memiliki naluri sebagai back atau pemain bertahan. Dengan segala daya dan upaya mereka akan berusaha mematahlan laju penuntut umum. Terkadang dengan tackle-tackle yang keras.

Lalu bagaimana dengan naluri hakim? Kita bahas nanti.

IKLAN INI BUKAN BAGIAN DARI ARTIKEL

No comments:

Terima kasih bila anda berkenan berkomentar secara relevan.
Dan tunggu kunjungan balik saya ke situs anda.