Kamis, 10 Maret 2016

Musik Itu Universal Apapun Aliran atau Genrenya


Musik Itu Universal Apapun Aliran atau Genrenya - Bahkan para anak muda itu, dengan cara yang santun, telah melakukan protes terhadap mereka yang merendahkan musik dangdut.

Protes dengan cara yang santun adalah protes halus. Dan itu dilakukan agar tidak menyinggung perasaan yang diprotesnya.

Saya termasuk orang yang tidak suka musik dangdut, tapi tidak pernah mengotori lisan dan tulisanku dengan merendahkannya. Bahkan sangat apresiatif terhadap karya-karya Rhoma Irama yang "Deep Purple" banget.

Jauh sebelum manusia mengenal musik, tabiat buruk pada dirinya telah ada. Apakah Qabil membunuh Habil karena jiwanya terpengaruh secara ekstrim oleh suatu genre musik?

Apakah Qabil yang sedemikian bergairah saat memandang Iqlima karena terpengaruh oleh suatu genre musik?

Maka jangan mengotori lisan dan tulisanmu oleh analisa-analisa mentah yang bisa menyakiti orang lain. Masih untung jika yang disakitinya sabar, kalau tidak sabar maka celaan akan dibalas oleh hinaan.

Siapa bilang terompet Izrail itu alat musik? Bukan, terompetnya itu cara kerjanya seperti peluit yang memberikan aba-aba. Atau seperti selongsong yang debu-debu di dalamnya akan berhamburan keluar tak tentu arah ketika ditiup.

Nabi Muhammad membenahi jiwa manusia tanpa alat musik, tapi oleh contoh perilaku. Toh nyatanya bisa, dan hasilnya sangat dahsyat. Itu artinya anda tidak perlu mendramatisir analisa bahwa musik sangat mempengaruhi jiwa manusia agar bisa dibawa ke arah baik atau buruk, tergantung genre musiknya.

Krishna saja mendidik Pandawa bukan dengan tiupan seruling, tapi oleh keteladanan. Dan puncaknya adalah saat Bhagawadgitha.

Jika anda sangat yakin bahwa musik sangat bisa mempengaruhi jiwa manusia, maka saya sarankan anda terus berjalan-jalan seperti Narada Muni, putra Brahma. Bawa tuh kecapi dan petik sepanjang hari. Lalu lihat seberapa banyak manusia yang jadi insyaf setelah mendengar denting kecapimu.

Bahkan denting kecapimu itu jangankan mampu memperbaiki jiwa orang lain, memperbaiki jiwamu sendiri saja belum terbukti. Nyatanya dengan tanpa tedeng aling-aling, dengan bahasa arogan, anda tuding bahwa jenis musik lain adalah buruk. Hanya karena anda tidak menyukai genre itu.

Bahkan sangat kasat mata bahwa santunitas anda yang anti dangdut itu kalah jauh oleh santunitas para anak muda penggemar dangdut.

Saya adalah seorang penikmat Degung, Cianjuran, Rock, Pop, Country, dan Bosanova. Biasa-biasa saja tuh, tidak merasakan ada pengaruh dominan pada jiwa saya. Yang justru sangat terasa mampu mempengaruhi jiwa adalah ketika saya melihat perilaku seseorang. bahkan saat sepi tidak ada alunan musik.

Musik itu universal. Mungkin benar ada pengaruhnya pada jiwa manusia, tapi itu tidak bisa didramatisir sebagai sesuatu yang dominan.


* Anda yang saya maksud adalah siapapun. Salam metal.

Demikianlah artikel dari Kontakmedia yang berjudul Musik Itu Universal Apapun Aliran atau Genrenya, semoga bermanfaat. Dan terima kasih untuk Anda yang telah berkunjung ke blog ini.