Kamis, 19 Oktober 2017

Mengambil Inspirasi Tulisan dari Sebuah Cangkir

   
Mengambil Inspirasi Tulisan dari Sebuah Cangkir - Tulisan ini muncul ketika saya mengalami kebuntuan sehingga hati berbisik, "Mau menulis apa lagi sekarang?" Maka demikianlah, ketika cukup lama blog ini tidak di-update, beberapa gejala kemudian muncul, dan yang paling terasa adalah penurunan trafik.

Di saat kebingungan itu datang, dihadapan saya ada sebuah cangkir. Kemudian hati berbisik, "Bukankah apapun bisa menjadi bahan tulisan, menjadi inspirasi tulisan, termasuk sebuah cangkir?" Maka mulailah otak saya bekerja, salah-satu tandanya adalah ketika tangan kanan bergerak, ia meraih cangkir tersebut kemudian diamati.

Nampak tidak ada yang istimewa dari cangkir tadi bila dipandang secara sepintas, namun ketika otak semakin bekerja maka sejumlah pertanyaan kemudian muncul. Pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya tidak akan menimbulkan masalah apapun bila tidak terjawab, meskipun pasti ada jawabannya.

Di antara pertanyaan tersebut adalah sejak kapan manusia menemukan cangkir? Terhadap pertanyaan ini sebenarnya tidak ada yang tahu secara pasti. Bisa jadi sejak nabi Adam-pun cangkir telah ada, meskipun dengan model dan bahan yang berbeda.

Untuk manusia saya lebih suka menggunakan kata menemukan dibanding menciptakan, menemukan cangkir, dibanding menciptakan cangkir. Bukankah istilah penemu mesin uap lebih nyaman digunakan dibanding pencipta mesin uap? Manusia memang tidak akan pernah mampu menciptakan.

Cangkir pertama yang dikenal Eropa berasal dari pusat produksi keramik Imari di Jepang. Cangkir diimpor oleh orang Eropa khusus untuk minum teh yang merupakan minuman baru pada masa itu. "Cangkir" teh (mangkuk teh) yang digunakan di Asia Timur tidak mempunyai pegangan. Cangkir pertama yang dibuat orang Eropa di Meissen juga tidak mempunyai pegangan karena sekadar meniru "cangkir" teh dari Asia.

Sebagaimana juga banyak terjadi pada benda properti manusia yang lain, cangkir tidak hanya memiliki fungsi praktis tetapi juga fungsi estetis dan fungsi prestise. Bayangkan, betapa indahnya sebuah cangkir yang diukir ala Jepara, itulah fungsi estetis. Kemudian hanya kalangan tertentu saja yang bisa memiliki ketika sebuah cangkir terbuat dari emas, inilah fungsi prestise.

Semangat dari tulisan ini sebenarnya sederhana, yaitu :Apapun yang ada di sekeliling kita, bisa dijadikan inspirasi tulisan.

Demikianlah artikel dari Kontakmedia yang berjudul Mengambil Inspirasi Tulisan dari Sebuah Cangkir, semoga bermanfaat. Dan terima kasih untuk Anda yang telah berkunjung ke blog ini.