Selasa, 30 Juli 2019

Eksotisme UMKM Tenun Baduy Kang Amir


Eksotisme UMKM Tenun Baduy Kang Amir - Urang Kanekes, Orang Kanekes atau Orang Baduy/Badui merupakan kelompok etnis masyarakat adat suku Banten di Kabupaten Lebak, Banten. Populasi mereka sekitar 26.000 orang, dan mereka merupakan salah satu suku yang membatasi hingga mengisolasi diri dari dunia luar. Selain itu mereka juga memiliki keyakinan tabu didokumentasikan untuk wilayah Baduy Dalam.

Berdasarkan kekukuhannya dalam memegang adat-istiadat, masyarakat Kanekes secara umum terbagi menjadi tiga kelompok yaitu tangtu (Baduy Dalam), panamping (Baduy Luar), dan dangka. Pada dasarnya kelompok dangka sama dengan baduy Luar, tetapi mereka tinggal di luar wilayah Kanekes. Pada saat ini tinggal 2 kampung Dangka yang tersisa, yaitu Padawaras (Cibengkung) dan Sirahdayeuh (Cihandam). Kampung Dangka tersebut berfungsi sebagai semacam buffer zone atas pengaruh luar.

Ciri-ciri masyarakat orang Kanekes Luar
  1. Mereka telah mengenal teknologi, seperti peralatan elektronik.
  2. Proses pembangunan rumah penduduk Kanekes Luar telah menggunakan alat-alat bantu, seperti gergaji, palu, paku, dll, yang sebelumnya dilarang oleh adat Kanekes Dalam
  3. Menggunakan pakaian adat dengan warna hitam atau biru tua (untuk laki-laki), yang menandakan bahwa mereka tidak suci. Kadang menggunakan pakaian modern seperti kaos oblong dan celana jeans.
  4. Menggunakan peralatan rumah tangga modern, seperti kasur, bantal, piring & gelas kaca & plastik.
  5. Mereka tinggal di luar wilayah Kanekes Dalam.
  6. Sebagian di antara mereka telah terpengaruh dan berpindah agama menjadi seorang muslim dalam jumlah cukup signifikan.
Sekarang kita fokus pada sosok salah-seorang warga Baduy Luar, namanya Amir, ia adalah pelaku UMKM dengan komoditi unggulan Tenun Baduy.


Meskipun Baduy Luar tidak imun terhadap pengaruh luar, tetapi dalam beberapa hal mereka tetaplah menjalankan praktek kebersahajaan seperti kemana-mana berjalan kaki, berjualan madu atau golok juga dengan berjalan kaki, dan tidak akrab dengan tata-cara berjualan ala modern. Nah hal seperti ini tidak ditemukan pada sosok Amir.

Pada dasarnya Amir meneruskan usaha ayahnya tetapi dengan cara yang lebih modern, dan itu dimulai pada tahun 2008. Dengan berbahasa Sunda, kami sempat mewawancarainya yang disarikan dalam bahasa Indonesia sebagai berikut :

Tanya : Ketika pada umumnya orang Baduy Luar berjualan dengan cara berjalan kaki membawa madu atau golok, mengapa anda memilih cara modern?

Jawab : Pada dasarnya tujuan saya adalah berperan-aktif melestarikan kebudayaan Baduy dalam konteks lebih luas bukan sekedar madu dan golok, jadi tentu saja dibutuhkan cara berjualan yang lebih mewakili. Sebagai warga dari Baduy Luar, cara berbisnis yang saya lakukan ini tidak melanggar pakem adat.

Tanya : Dari mana anda mendapat pasokan barang?

Jawab : Untuk tenun saya memroduksi sendiri sebagai komoditas unggulan, yang lain-lain seperti ikat kepala dan madu diperoleh dari pihak lain.

Tanya : Dapatkah kami merekam kegiatan saat sedang menenun?

Jawab : Silahkan pak.

Pembaca sekalian, inilah video hasil perekaman kami saat isri Amir sedang menenun.


Tanya : Selama berbisnis seperti ini tentu ada suka-dukanya, dapat anda ceritakan?

Jawab : Sukanya ya banyak pak, saya bisa bertemu dengan banyak orang dengan bermacam karakter serta kedudukan. Dan tentu saja jika jualannya laris saya menyukai itu. Dari sisi dukanya yaitu bila menghadapi sejumlah birokrasi yang tidak mudah dan jualan tidak laku.

Tanya : Ada informasi bahwa anda diajak berpameran di luar negeri ya?

Jawab : Betul pak, tetapi saya menolaknya karena pakem adat. Walaupun saya Baduy Luar tetapi tetap saja ada batasan-batasan yang tidak bisa dilanggar, termasuk bepergian yang menyebrangi laut.

Tanya : Anda memutuskan untuk menjadi Mitra Binaan PKBL PT. Krakatau Steel, apa yang diharapkan?

Jawab : Sama dengan mitra yang lain pak, saya memerlukan tambahan modal untuk pengembangan usaha dan juga memerlukan pembinaan. Untuk pembinaan yang saya perlukan adalah pelatihan kewirausahaan, promosi, dan pemasaran.

UMKM Tenun Baduy kang Amir telah menjadi salah-satu ikon PKBL PT. Krakatau Steel. Di berbagai pameran selalu disertakan karena memiliki eksotisme tersendiri. Semoga terus sukses ya Kang Amir!

Demikianlah artikel dari Kontakmedia yang berjudul Eksotisme UMKM Tenun Baduy Kang Amir, semoga bermanfaat. Dan terima kasih untuk Anda yang telah berkunjung ke blog ini.

Lucky Bachtiar

Seorang blogger pemula yang tidak lagi muda