Jumat, 26 Juli 2019

UMKM Batik Chanting Pradana Banten


UMKM Batik Chanting Pradana Banten - Sejak dipatenkan pada tahun 2003, batik Banten telah mengalami proses panjang hingga akhirnya diakui di seluruh dunia. Batik Banten dipatenkan setelah ada kajian di Malaysia dan Singapura yang diikuti 62 negara. Batik Banten mendapatkan predikat terbaik sedunia. Setelah ada himbauan pada 5 Juni hari batik sedunia, batik Banten menjadi batik pertama yang memiliki hak paten di UNESCO. Bahkan kini Batik Banten telah berkembang ke mancanegara.

Eksistensi Batik Banten telah menimbulkan wawasan usaha yang baru bagi para pelaku UMKM, terkait dengan ini Divisi Community Development PT. Krakatau Steel mengadakan wawancara dengan Umsaroh, dia adalah pendiri sekaligus pemilik UMKM Batik Chanting Pradana.

Umsaroh mengatakan bahwa sebelumnya tidak terpikirkan sedikitpun bahwa dia akan menekuni atau menjadi salah-seorang pengusaha batik Banten. Semua diawali oleh kegiatan-kegiatan yang seakan mengalir begitu saja.

Umsaroh adalah seorang guru yang mengajar di SDN I Bojongcae, kecamatan Cibadak, Lebak, Banten. Tercatat mulai tahun 2010 sekolah tersebut giat dalam perlombaan membatik, secara berjenjang masuk ke tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. Puncaknya adalah pada tahun 2015 ketika Umsaroh mendapat kepercayaan dari bupati Lebak untuk mengikuti pelatihan membatik di Yogyakarta. Akhirnya berkat dukungan dari bupati Lebak dan orang-orang terdekatnya, dia mendirikan UMKM Batik Chanting Pradana Lebak Banten pada tahun 2016.


Ketika pertamakali membuka UMKM tersebut, Umsaroh merekrut sekitar 20 orang karyawan, kemudian pada tahun 2017 mendapat sosialisasi tentang PKBL PT. Krakatau Steel. Pada tahun itu pulalah dia bergabung sebagai salah-seorang mitra binaan.


Umsaroh telah menjadi salah-seorang penggerak UMKM di kabupaten Lebak. Rumahnya yang luas kerap dijadikan tempat berkumpul para pelaku UMKM calon mitra binaan PT. Krakatau Steel.

Produk batik chanting pradana yang berawal dari gagasan Bupati Iti Octavia untuk mengembangkan batik Lebak, kini semakin berkembang. Permintaan batik chanting pradana cenderung meningkat dan pelangganya bukan hanya kalangan PNS, BUMN dan perusahaan swasta. Saat ini batik tersebut semakin diminati masyarakat juga datang dari luar negeri.
   
"Kami sekarang bisa menjual batik sekitar 800 sampai 1000 potong dengan omzet Rp100 juta karena tingginya permintaan masyarakat itu," Umsaroh menjelaskan.

Menurut dia, berkembangnya batik chanting pradana itu mampu menyerap lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. Saat ini, masyarakat yang bekerja mencapai 40 orang dan kebanyakan ibu rumah tangga. Kehadiran kerajinan batik chanting pradana dapat membantu kesejahteraan masyarakat.
   
"Kami berhasilnya mengelola kerajinan batik itu  tidak lepas peran pemerintah daerah yang mengoptimalkan promosi baik pada even-even  pameran di daerah, provinsi hingga luar negeri," katanya.
   
Ia mengatakan, pihaknya kini memenuhi permintaan toko butik khusus batik yang ada di Lebak, Pandeglang, Serang dan Jakarta.
   
Selama ini, harga batik chanting pradana bervariasi dan tergantung kualitas mulai Rp150 ribu sampai Rp1 juta per potong.

Demikianlah artikel dari Kontakmedia yang berjudul UMKM Batik Chanting Pradana Banten, semoga bermanfaat. Dan terima kasih untuk Anda yang telah berkunjung ke blog ini.

Lucky Bachtiar

Seorang blogger pemula yang tidak lagi muda