Rabu, 04 September 2019

Inovasi Gipang Mitra Binaan PKBL Krakatau Steel

Inovasi Gipang Mitra Binaan PKBL Krakatau Steel - Gipang adalah salah-satu makanan ringan khas Cilegon, umumnya berbahan baku ketan dengan top-up selai kacang tanah. Makanan ringan yang satu ini tidak mengenal musim, tetapi booming-nya memang di saat perayaan Iedul Fitri. Bersama dengan ketupat, Gipang biasa tersaji di meja-meja tamu.

Umumnya Gipang berbahan baku beras ketan, tetapi akhir-akhir ini muncul varian lain yang berbahan baku singkong, dan usut punya usut asalnya dari inovasi salah-seorang mitra binaan PKBL Krakatau Steel yaitu Djumiati.

Gipang Singkong Ikake yang berstandar kualitas Swalayan. Diproduksi oleh Djumiati, salah-seorang mitra binaan PKBL KS.

"Saya sudah biasa membuat Gipang pak, dengan bahan dasar ketan. Lalu pada tahun 2013 mencoba-coba membuatnya dengan bahan baku singkong. Ketika dicicipi banyak yang mengatakan enak, maka mulailah membuat dalam jumlah cukup banyak dan dipasarkan kecil-kecilan. Saat itu dimodali suami sebesar Rp 2 juta", Djumiati memulai kisah.

Kami bertanya pada Djumiati tentang suka dan dukanya merintis usaha, dia menjawab,

"Sukanya ya karena itu sudah rutinistas, apalagi menjelang Lebaran. Adapun dukanya terkadang saya malu jika ditolak saat menawarkan Gipang berbahan singkong. Umumnya mereka merasa aneh karena secara kebiasaan bahan dasarnya adalah ketan. Jadi ada yang mau menerima dan ada pula yang tidak."

Setahun lamanya Djumiati merintis usaha hingga pada tahun 2014 memperoleh informasi tentang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PT. Krakatau Steel. Pinjaman pertama sebesar Rp 10 juta digunakannya untuk membeli alat giling kacang tanah. Alat giling tersebut sangat disyukurinya karena bisa mempercepat proses produksi sekaligus menghemat biaya produksi.

Djumiati bersama piala yang diperolehnya sebagai salah-seorang pelaku UMKM Cilegon berprestasi.

"Sebelum memiliki alat giling ini saya mengupah banyak orang untuk menggiling kacang tanah pak, jadi modal produksinya besar", tutur Djumiati.

Karena memiliki kinerja yang bagus, maka ketika Djumiati mengajukan pinjaman kedua, dia memperoleh Rp 30 juta yang digunakannya untuk memperluas ruang produksi.

Gipang Singkong Ikake kini cukup akrab di masyarakat Cilegon. Bisa ditemui di swalayan seperti Hypermart dan Krakatau Junction. Produk yang satu ini juga masuk dalam wacana pemda Cilegon untuk dipatenkan.


Tempat usaha Djumiati ini ramah mesin pencari dan ramah pula bagi Google Map. Tinggal di-search dengan kata kunci "Gipang Ikake" maka itu akan muncul. Hal ini pulalah yang membuat dia sering mendapat order "kejutan" dari tempat-tempat jauh.

Demikianlah artikel dari Kontakmedia yang berjudul Inovasi Gipang Mitra Binaan PKBL Krakatau Steel, semoga bermanfaat. Dan terima kasih untuk Anda yang telah berkunjung ke blog ini.

Lucky Bachtiar

Seorang blogger pemula yang tidak lagi muda